Sabtu, 07 Maret 2015

Mari Monolong Sesama...! (Part II)




Dalam sebuah hadits shahih disebutakan bahwa Rasulullah pernah bersabda, "Barangsiapa memiliki kelebihan bekal, maka hendaknya ia datang dengan bekal itu kepada yang tidak memilikinya. Dan barang siapa memiliki kelebihan kendaraan, maka hendaklah dia datang kepada orang yang tidak memiliki kendaraan."

Ibnul Mubarak pernah memiliki tetangga seorang Yahudi. Namum, ia selalu lebih dahulu memberi makan tetangganya itu sebelum anak-anaknya sendiri. Bahkan, ia selalu memberi pakaian padanya sebelum memberi pakaian anak-anaknya. Ketika orang-orang menawar rumah si Yahudi itu, "Jual saja tempat tinggalmu itu kepada kami!"

Yahudi itu berkata, "Saya akan jual rumahku ini dengan dua ribu dinar. Seribu dinar untuk harga rumahku dan seribu lagi karena aku bertetangga dengan Ibnul Mubarak."

Mendengar jawaban itu, Ibnul Mubarak dalam doanya selalu memohon demikian, "Ya Allah, tunjukilah ia ke dalam Islam." Dan beberapa saat kemudian, si Yahudi pun, dengan izin Allah, akhirnya masuk Islam.




Saat hendak berangkat haji, Ibnul Mubarak bertemu satu rombongan yang bermaksud sama. Dalam rombongan itu, ia melihat seorang wanita yang mengambil bangkai burung gagak dari sebuah tong sampah. Kemudian dia menyuruh pembantunya untuk melihat apa yang dilakukan wanita itu. Orang suruhannya itu bertanya kepada si wanita tentang apa yang di lakukannya tadi. Si wanita itu menjawab, "Selama tiga hari kami hanya makan dari sisa-sisa makanan yang di buang ke dalam tong sampah." Karena iba mendengar jawaban itu, Ibnul Mubarak meneteskan air mata. Ia pun memerintahkan agar semua perbekalannya dibagikan kepada rombongan itu. Dan, karena sudah tidak punya bekal lagi maka ia pun pulang. Ia menangguhkan hajinya tahun itu. Dalam tidurnya, ia bermimpi ada orang yang berkata padanya, "Haji yang mabrur, sebuah tindakan yang harus diganjar, dan dosa(mu) telah terampunkan."

"Dan, mereka mengutamakan orang-orang Muhajirin atas diri mereka sendiri. Sekalipin mereka memerlukan apa yang mereka berikan itu." (QS. Al-Hasyr: 9)

Ya Allah, sungguh sebuah perilaku yang sangat indah. Sungguh sebuah karunia yang sangat agung. Sungguh sebuah budi pekerti yang sangat mengharukan.

Orang yang senang melakukan kebajikan, tak akan pernah menyesal meski sangat banyak kebajikan yang telah dikejakannya. Tapi ia justru akan menyesal manakala melakukan kesalahan, meski hanya sebuah kesalahan kecil. Mari kiba saling tolong menolong kepada saudara-saudari kita, karena kita sukses untuk menyukseskan orang lain. (Diadopsi dari Novel La Tahzan)

@hendraahong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lingkungan dalam Pemasaran Islam

Sumber      Dalam dunia bisnis, lingkungan pemasaran memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan suatu strategi pemasaran. Dalam p...