Dalam sebuah hadits shahih disebutakan bahwa Rasulullah pernah bersabda, "Barangsiapa memiliki kelebihan bekal, maka hendaknya ia datang dengan bekal itu kepada yang tidak memilikinya. Dan barang siapa memiliki kelebihan kendaraan, maka hendaklah dia datang kepada orang yang tidak memiliki kendaraan."
Ibnul Mubarak pernah memiliki tetangga seorang Yahudi. Namum, ia selalu lebih dahulu memberi makan tetangganya itu sebelum anak-anaknya sendiri. Bahkan, ia selalu memberi pakaian padanya sebelum memberi pakaian anak-anaknya. Ketika orang-orang menawar rumah si Yahudi itu, "Jual saja tempat tinggalmu itu kepada kami!"
Yahudi itu berkata, "Saya akan jual rumahku ini dengan dua ribu dinar. Seribu dinar untuk harga rumahku dan seribu lagi karena aku bertetangga dengan Ibnul Mubarak."
Mendengar jawaban itu, Ibnul Mubarak dalam doanya selalu memohon demikian, "Ya Allah, tunjukilah ia ke dalam Islam." Dan beberapa saat kemudian, si Yahudi pun, dengan izin Allah, akhirnya masuk Islam.
"Dan, mereka mengutamakan orang-orang Muhajirin atas diri mereka sendiri. Sekalipin mereka memerlukan apa yang mereka berikan itu." (QS. Al-Hasyr: 9)
Ya Allah, sungguh sebuah perilaku yang sangat indah. Sungguh sebuah karunia yang sangat agung. Sungguh sebuah budi pekerti yang sangat mengharukan.
Orang yang senang melakukan kebajikan, tak akan pernah menyesal meski sangat banyak kebajikan yang telah dikejakannya. Tapi ia justru akan menyesal manakala melakukan kesalahan, meski hanya sebuah kesalahan kecil. Mari kiba saling tolong menolong kepada saudara-saudari kita, karena kita sukses untuk menyukseskan orang lain. (Diadopsi dari Novel La Tahzan)
@hendraahong
Tidak ada komentar:
Posting Komentar